sabungayam7777.net – Mitos Ayam Bangkok Putih Di Arena Pertarungan, dalam dunia Sabung Ayam, berbicara mengenai katuranggan, ayam bangkok dapat dibagi menjadi beberapa kelas tertentu berdasarkan warna-warna bulunya. Masing-masing warna diyakini memiliki karakter tersendiri, salah satu yang paling unik adalah ayam bangkok putih atau yang dikenal dengan ayam Kinantan.

Mitos Ayam Bangkok Putih Di Arena Pertarungan

Mitos Ayam Bangkok Putih Di Arena Pertarungan

Menurut Agen Sabung Ayam, Ayam bangkok berwarna putih ini dianggap unik karena selalu dikaitkan dengan mitos yang berbau mistis. Ada banyak mitos yang menyertai sejarah perkembangan ayam aduan yang berwarna putih ini. Mitos yang ada juga berbeda-beda menurut daerah masing-masing. Berdasarkan pengamatan dalam arena pertarungan diberbagai daerah, mitos-mitos berikut inilah yang paling banyak dipercaya mengenai ayam bangkok putih ini.

1.Penolak Bala
Mitos pertama tentang ayam putih ini berkaitan dengan mistis adalah sebagai penolak bala. Ayam aduan putih ini jika dipelihara dirumah diyakini bisa menolak atau menghindarkan segala gangguan halus yang mendekati rumah tersebut dan dapat membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Itulah sebabnya ayam kinantan ini sering dicari dan dipakai oleh paranormal seperti hal nya ayam cemani/ayam hitam.

2. Ditakuti Lawan
Meskipun kinantan putih dalam katuranggan ayam berada diurutan terakhir, hal ini bukan berarti ia tidak ditakuti oleh ayam katuranggan lainnya. Kharisma ayam ini justru lebih kuat dibanding ayam klawu, jalak, dan blorok. Hal ini bukan mitos belaka karena dapat dibuktikan, jika ada yang memiliki ayam bangkok putih, boleh didekatkan dengan ayam jenis lainnya.

3. Mengacaukan Arena pertarungan
Menurut beberapa penggemar Sabung Ayam Online yang berpengalaman, ayam kinantan apabila dibawa ke arena pertarungan dapat mengacaukan arena tersebut. Mitos ini berdasarkan pengalaman mereka bahwa ayam kinantan ketika ditarungkan akan membuat lawannya lari tunggang langgang (kalah mental), walaupun laga baru dimulai dalam hitungan detik. Situasi ini biasanya membuat para petaruh memanas, bukan ayam saja yang berlaga, tapi kerap sekali para petaruh menjadi saling mengolok yang akhirnya memicu keributan antar petaruh. Karena kenyataan inilah, ayam bangkok putih (kinantan) sering tidak diizinkan ikut bertarung di arena pertarungan yang besar.

4. Menciutkan Mental
Dalam pertarungannya, kinantan akan bertarung habis-habisan jika berhadapan dengan lawan yang tangguh. Bila terkena pukulan lawan yang mengoyak bagian kepala atau badannya sehingga darah mengucur dari luka tersebut dan mengalir mengenai bulu putihnya, sehingga kontrasnya warna merah darah dengan warna bulunya ini membuat mental tarung lawan menciut selamanya dan untuk selanjutnya ayam tersebut tidak akan pernah bertarung dengan beringas lagi.

5. Sulit Dipukul
Mitos terakhir mengenai ayam ini adalah kewaspadaan dan kejelian dalam menghindari pukulan lawan. Sebenarnya mitos ini muncul karena warna putih pada ayam ini menyilaukan terutama saat dilaga pada pagi hari. Silau dari warna bulunya yang membuat lawan tidak dapat memukul dengan tepat. Seperti yang dikutip oleh situs sabungayam7777.net dari beberapa sumber mengenai berita sabung ayam.

Simak Juga : Cara Cepat Dalam Membaca Teknik Bertarung Ayam Aduan

You may also like

One Response Comment

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.