sabungayam7777.net – Apakah Anda mengenal dekat dengan Pierre-Emerick Aubameyang? Pemain Borussia Dortmund yang berlari sangat kencang, bahkan lebih cepat dari mobil?

Pierre-Emerick Aubameyang

Pierre-Emerick Aubameyang

Bundesliga.com mengungkapkan beberapa hal tentang pria yang dibalik superstar Bundesliga tersebut. Ini lah 10 hal tentang superstar Bundesliga tersebut yang dikutip oleh Taruhan Bola Online sebagai berikut :

  1. All you need is Lav(al)
    Pierre-Emerick Emiliano François Aubameyang lahir di kota Laval, Prancis Barat, pada tanggal 18 juni 1989, yang mana ulang tahunnya bersamaan dengan Sir Paul McCartney dan mantan pelatih Inggris dan AC Milan Fabio Capello. Sementara ibunya yang lahir di Prancis, Margarita dan ayahnya berasal dari Spanyol, Pierre lahir di kota Gabon, Afrika Barat dan merupakan pesepakbola profesional di Laval ketika masih berusia muda. Dia memiliki dua saudara juga. “Setiap kali saya meninggalkan Laval dan disana lingkungannya sehat, saya merasa sangat nyaman berada disana. Saya dapat beristirahat,” jelas Aubameyang yang kembali ke kota asalnya empat atau lima kali dalam setahun. “Saya kembali ke Dortmund penuh energi.”
  2. Mimpi Ruang Ganti
    Pierre Sr yang juga pernah bermain untuk Le Havre, Toulouse dan Nice sebelum akhirnya mengakhiri karirnya di klub Prancis lain, Rouen, pada tahun 2002 telah meninggalkan negara asalnya untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang profesional di Eropa. “Kami memiliki sepakbola dalam darah kami,” kata Aubameyang, mengingat saat kakeknya membawa dia ke dalam sesi latihan pertamanya di Laval saat berusia 11 tahun. Pada suatu saat ayahnya membawa Aubameyang ke ruang ganti tim pertama di Nice dan dia menyadari akan suatu hal. “Sesuatu berubah dalam diriku. Aku bermimpi menjadi seorang profesional. tapi itu adalah mimpi, banyak anak yang memiliki (mimpi) itu,” jelas Aubameyang. “Tapi saat saya menghirup udara di ruang ganti, saya tahu persis apa yang ingin saya lakukan.”
  3. Masalah Gigi
    Secara tidak langsung diuntungkan, hubungan Aubameyang Sr di sepakbola membantu Pierre-Emerick dan saudara-saudaranya bergabung dengan Akademi pemuda AC Milan. “Ini adalah langkah besar bagi saya, tapi saya banyak belajar di sana,” terang bintang Dortmund, yang dilatih oleh mantan bek Milan Filippo Galli saat dia tiba di Milanello pada 2008. “Dia mengharapkan setiap pemain untuk memiliki track-back. Pinjaman berurutan berlanjut ke pihak Prancis Dijon, Lille dan Monaco gagal menyulut potensinya, meski hanya dengan empat gol dalam 33 pertandingan di Ligue 1”.
  4. Iri
    Datang pada bulan January 2011 dan diambang tersingkirkan, karir Aubameyang seperti diujung tanduk. Untungnya, dia mengambil jalan yang benar menuju ke Saint-Etienne. “Meskipun sampai saat itu keadaanya tidak berjalan baik baginya, saya melihat satu hal dalam sesi latihan pertama. Dia bisa mengalahkan siapapun dengan bola di kakinya dengan jarak 60 meter,” kata mantan pelatih Christophe. Meskipun dia hanya dua kali bermain dalam 14 pertandingan liga untuk klub Prancis tersebut, kepercayaan Galtier pada stiker muda tersebut menyebabkan transfer pada musim berikutnya. Tiga puluh lima gol liga hanya dalam 73 penampilan liga selama dua musim berikutnya membuktikan bahwa kepercayaan Galtier terhadap Aubameyang benar sekali!
  5. Dibalik Gaya Glamournya


    Siapapun akan mengatakan “Aubameyang” tidak hanya dari pesepakbola, tapi juga ikon mode. Dikenal karena kecintaanya yang berlebihan terhadap mobil sport dan gaya rambut yang masih flamboyan, selera mode Aubameyang telah banyak berubah hampir sama dengan pesepakbola lainnya seiring langkahnya semakin bersinar. Tetapi dibalik itu semua, Aubameyang orang yang masih sederhana. “Saya pernah ditanya apakah tidak menyebalkan untuk melakukan begitu banyak foto dan menandatangani begitu banyak. Tidak, saya selalu mengimpikan hal itu, saya tidak akan mengeluh,” kata pria yang pernah mengecat Ferrari merahnya menjadi hijau, warna klubnya saat itu, Saint-Etienne. “Ketika saya masih kecil, saya akan senang sekali dapat berfoto dengan bintang.”

  6. Atas Nama Ayah…

    Toujours regarder vers le futur mon fils / the way you have to follow my son #future @aubameyang97

    A post shared by Pierre Aubameyang (@aubameyang.papa) on


    Aubameyang tidak akan membiarkan kesuksesan hanya menjadi mimpi yang hanya ada pada kepalanya. “Saya tumbuh dengan mentalitas ayah saya. Jika Anda ingin meraih sesuatu, Anda harus berjuang untuk itu,” jelasnya. “Saya akan sama jika saya bukan pesepakbola. Oke, saya tidak akan membeli Ferrari, tapi saya akan berpakaian persis sama seperti yang lain. Saya ingin orang benar-benar mengenal saya. Kemudian mereka mungkin akan melihat bahwa saya berbeda dengan citra yang mereka miliki tentang saya. Itu hanya tampilan saya, mobil saya, selebihnya adalah siapa saya sebenarnya. Dan Anda tidak akan mendapatinya jika bukan karena ayah yang selalu mendukung.” terang Aubameyang.

  7. Sang Pelari Cepat


    Mungkin tidak mengherankan kalau Aubameyang sangat menyukai mobil sport. Ketika Usain Bolt mencetak rekor dunia 100m di Berlin pada 2009, ia berhasil 3,78 detik untuk mencapai 30m. “Ketika saya bersama tim muda Milan, saya berlari 30 meter hanya dalam 3,9 detik. Tapi saya juga pernah mendapatkan hasil 3,7 detik sejauh 30m.” katanya dalam sebuah wawancara media Jerman.

  8. Pencetak Gol Dibuat, Bukan Dari Lahir
    Aubameyang benar-benar menantang Bolt sendiri saat wawancara di TV pada 2016, dan mungkin pasangan itu bisa berduel dalam waktu dekat nanti. Tapi kecepatan saja tidak membawa Aubameyang puas dalam tujuannya di Die Scwarzgelben. “Jika saya memiliki dia musim lain, dia akan bermain sebagai striker tengah. Dia memiliki bakat yang tidak dimiliki oleh pemain lainnya dan itu berhasil melalui hasil kerja keras dia selama ini.” terang Galtier.
  9. Dewa Gabon
    Dia diundang untuk bermain di tim U-19 Italia, dia tampil untuk tim U-21 Prancis pada Februari 2009, namun karir internasionalnya dengan negara kelahirannya berhenti hanya dengan satu penampilan. “Itu adalah keputusanku dan keluarga.” katanya dimintai penjelasannya untuk mewakili Gabon di tingkat senior seperti ayahnya dan saudaranya Willy. “Saya ingin sekali menjadi teladan bagi negara saya dan Afrika. Ini akan menjadi hal terhebat yang bisa saya capai untuk membuat orang Gabon sedikit bersyukur. Impian saya adalah bermain di Piala Dunia dengan Gabon.” ungkap Aubameyang.
  10. Dari Stiker Ke Superhero
    Pemilik tubuh elastis Aubameyang memungkinkan dia bermain layaknya pesenam Olimpiade, namun kepribadiannya yang menyenangkan membuat dia juga kreatif saat berhasil mencetak gol dengan selebrasi uniknya. Penggemar Dortmund memberikan tepuk tangan kepadanya setelah penampilan perdana Aubameyang yang kompetitif bagi mereka, kemenangan DFL Super Cup melawan Bayern pada 2013. “Itu sangat bagus” katanya. “Ini menunjukkan kepada saya bahwa mereka peduli dan mereka telah melakukan pekerjaannya,”. “Auba adalah seorang yang bekerja sangat keras,” kata Marco Reus yang menjadi rekan satu timnya.

You may also like

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.